Thursday, October 22, 2009

Manajemen Strategik

Saat ini perusahaan memerlukan sistem manajemen yang mampu memotivasi karyawannya dalam menempuh langkah-langkah strategik dalam usaha untuk melipat gandakan kinerja perusahaan. Manajemen strategik merupakan sistem manajemen yang menjanjikan dihasilkannya langkah-langkah strategik dalam membangun masa depan perusahaan.

David (2002:5) mendefinisikan manajemen strategi sebagai seni dan pengetahuan untuk merumuskan, mengimplementasikan, dan mengevaluasi keputusan lintas fungsional yang membuat organisasi mampu mencapai objektif/tujuannya. Dari sudut pandang yang lain Mulyadi (2001:40) mendefinisikan sebagai suatu proses yang digunakan oleh maanajer dan karyawan untuk merumuskan dan mengimplementasikan strategi dalam penyediaan customer value terbaik untuk mewujudkan visi organisasi.

Hunger dan Wheelen (2001:4) mendefiniskan manajemen strategis sebagai serangkaian keputusan dan tindakan manajerial yang menenentukan kinerja perusahaan dalam jangka panjang. Manajemen strategis menekankan pada pengamatan dan evaluasi peluang dan ancaman lingkungan dengan melihat kekuatan dan kelemahan perusahan. Demikian juga Wahyudi (1996:15) mendefinisikan manajemen strategi adalah seni dan ilmu dari pembuatan keputusan (formulating), penerapan (implementing) dan evaluasi (evaluating) keputusan-keputusan strategis antar fungsi-fungsi yang memungkinkan sebuah organisasi mencapai tujuan-tujuan masa datang. Empat fase penting dalam manajemen strategik diantaranya menurut (Mulyadi 2001: 41)

1. Manejemen strategik merupakan proses, terdiri dari rangkaian langkah yang melibatkan banyak orang dalam organisasi, mulai dari manajemen puncak sampai dengan karyawan. Sekali strategi yang telah dirumuskan diimplementasikan, strategi tersebut seringkali memerlukan perubahan sesuai dengan perubahan yang terjadi dilingkungan yang dimaksud oleh organisasi. Manajemen strategik merupakan suatu proses yang berjalan secara terus menerus sepanjang perjalanan organisasi dalam mewujudkan visinya,

2. Proses digunakan untuk merumuskan dan mengimplementasikan strategi di mana ada dua, proses utama: perumusan strategi dan implementasi strategi. Strategi adalah. pola tindakan utama yang dipilih untuk mewujudkan visi organisasi melalui misi. Ada berbagai tipe organisasi yang dapat dirumuskan, antara lain: grand strategy, usaha. secara, terus menerus dan terkoordinasi untuk mencapai tujuan jangka panjang organisasi generic strategy usaha untuk mewujudkan biaya total terendah atau diferensiasi luas dengan fokus pasar luas atau sempit dan value based strategy-usaha untuk mengarahkan manejer agar bertanggung jawab atas penyerahan produk atau jasa yang membenkan value terbaik untuk memenuhi kebutuhan konsumen, serta penciptaan sistem, strategik untuk secara berkelanjuten melakukan improvement terhadap value tersebut dan untuk menunaikan kewajiban perusahaan. Sedangkan implementasi strategik ada lima: perencanaan strategik, penyusunan program, penyusunan anggaran implementasi dan pemantauan.

3. Strategi digunakan untuk menyediakan customer value terbaik guna mewujudkan visi organisasi. Untuk mampu mempertahankan kelangsungan hidupnya pausahaan harus mampu menghasilkan value terbaik bagi konsumen sehingga produk atau jasa, yang dihasilkan oleh perusahaan dipilih oleh konsumen,

4. Manajer serta, karyawan adalah pelaku manajemen strategik. Perumusan dan implementasi strategi memerlukan kontribusi dari seluruh manajer dan karyawan. Bahkan untuk membangun komitmen karyawan dalam mengimplementasikan strategi, diperlukan leader yang dapat dipakai sebagai contoh dan diperlukan pula partisipasi seluruh karyawan dalam perumusan strategi.

No comments: