Thursday, October 22, 2009

Perspektif Kerjasama Dengan Pers

Membangun relasi dengan media massa/pers merupakan hall yang harus dilakukan oleh perusahaan mengingat peran pentingnya pers sebagai sumber informasi terpercaya bagi konsumen. Apa yang diuraikan oleh media massa dapat menimbulkan opini positif atau negatif terhadap suatu produk. Selain itu, artikel yang baik dan dapat memotivasi konsumen untuk membeli kategori produk tertentu yang dimuat oleh media lokal/nasional terkemuka, dapat meningkatkan permintaan atas produk tersebut.
Namun-satu hal penting yang harus diingat bahwa pers tidak dapat menutup-nutupi kenyataan yang ada tentang ptoduk perusahaan. Pers akan berkata "buruk", jika memang produk perusahaan tersebut buruk. Relasi dengan pers tidak dapat membentuk image perusahaan, namun merefleksikan image perusahaan (Mc. Kenna,1991).
Relasi yang baik dengan pers dapat menjadi aset yang berharga jika dikelola dengan baik. Pers dapat membantu meyakinkan dan menggambarkan kredibilitas produk dan perusahaan ke konsumen. Pers memegang fungsi sosialisasi dan promosi terhadap produk dan image perusahaan. Produk dengan teknologi baru yang ditemukan perusahaan tidak cukup hanya diinformasikan secara komersial dalam bentuk iklan, namun harus ditunjang dengan ulasan-ulasan secara fair oleh pars seperti pertimbangan/masukan dari berbagai pihak tentang keunggulan dan kelemahan produk tersebut. Dengari demikian, konsumen akan lebih yakin bahwa produk tersebut aman dalam penggunaannya. Hal ini mempermudah perusahaan untuk melakukan customer relationship management.
Beberapa strategi yang dapat digunakan untuk mewujudkan relasi yang baik dengan pers/media massa adalah (Mc.Kenna, 1991) :
1. Don’t go to press too early
Perusahaan jangan terlalu dini menginformasikan suatu produk baru yang akan diluncurkannya, jika perusahaan belum siap dalam pengadaan barang tersebut di pasar. Tidak jarang terdapat artikel yang sangat menarik dan informatif tentang peluncuran produk tertentu, namun sementara itu produk masih dalam tahap pengembangan dan belum beredar di pasar. Hal ini dapat membuat konsumen menjadi kecewa dan mungkin saja beralih ke merek yang lain.
2. Meet with Journalist one on one .
Perusahaan dapat membangun strategi relasi dengan mengadakan press realese atau konferensi pers. Namun, hal ini bukanlah strategi yang paling efektif untuk mengkomunikasikan pesan yang ditujukan pada konsumen karena konferensi pers untuk produk tidak begitu banyak diminati oleh pers karena dianggap berita tersebut kurang menarik, kecuali produk tersebut produk innovatif. Selain itu, dengan cara ini, belum tentu berhasil karena konferensi pers tidak dihadiri oleh konsumen, namun hanya para wartawan/joumalist, sehingga semuanya selalu dilihat dari perspektif sang journalist itu sendiri. Untuk mengatasi hambatan ini, perusahaan harus bertemu dengan journalist secara individu. Mungkin hal ini akan banyak memakan waktu, tapi akan memberikan kesan yang balk akan keseriusan perusahaan berelasi dengan pers dan merupakan bentuk penghargaan terhadap pers secara individu.
3. Educate the Media
Dalam hal ini, perusahaan hendaknya secara sistematis dan jelas memberikan informasi sebanyak mungkin tentang produk perusahaan kepada pers. Hal ini sangat membantu penyebaran informasi secara lebih luas dan benar.
4. Look Beyond Products
Perusahaan harus meyakinkan media massa/pers, bahwa apa yang akan diinformasikan misalnya produk baru atau hal apa saja yang ingin disampaikan pada masyarakat merupakan suatu hal menarik yang patut dan pantas disampaikan oleh media massa. Hal ini dilakukan sebagai kesadaran perusahaan akan peran wartawan bahwa mereka tidak akan memuat suatu informasi yang tidak menarik dan tidak dapat menarik perhatian pembaca.
5. Be honest about bad News
peTidak tertutup kemungkinan media massa/pers juga berperan sebagai pemberi informasi terhadap perusahaan akan refleksi dan tanggapan konsumen terhadap produk dan kinerja perusahaan. Hal ini jangan dianggap sebagai jatuhnya reputasi perusahaan di mata pers, namun harus dipandang sebagai peluang bagi perusahaan untuk memperbaiki citranya. Penanganan komplain yang baik dan secara personal dapat memperbaiki citra perusahaan serta memperbaiki kepercayaan konsumen terhadap layanan perusahaan.

No comments: