Thursday, October 22, 2009

Analisis Lingkungan Internal

Keputusan yang dibuat para manajer terhadap sumber daya, kapabilitas, dan kompetensi inti memiliki pengaruh yang signifikan terhaap kemampuan perusahaan untuk mengembangkan keunggulan kompetitif dan menghasilkan laba diatas rata-rata. Dalam membuat keputusan-keputusan tersebut, yaitu , mengidentifikasi, mengembangkan, menyebarkan, dan melindungi sumber daya, kapabiltas, dan kompetensi inti- mungkin terlihat sebagai pekerjaan yang relatif mudah. Akan tetapi, kenyataannya, pekerjaan ini sama menantang dan sama sulitnya dengan pekerjaan-pekerjaan manajer lainnya; dan pekerjaan ini pun semakin terinternasionalisasikan dan berhubungan dengan kesuksesan perusahaan.

Para manajer strategis seharusnya mengenali variabel-variabel dalam perusahaan mereka yang mungkin merupakan kekuatan atau kelemahan yang penting. Sebuah variabel merupakan kekuatan jika menyediakan keunggulan kompetitif adalah sesuatu yang dilakukan dengan lebih baik secara relatif terhadap kecakapan pesaing lain yang sudah ada ataupun potensial. Sebuah variabel merupakan kelemahan apabila berupa sesuatu yang tidak dilakukan dengan baik oleh perusahaan atau perusahaan tidak memilki kapasitas untuk melakukannya, sementara para pesaingnya memiliki kapasitas tersebut. Dalam mengevaluasi pentingnya variabel-variabel tersebut, manajemen harus mengetahui apakah variabel-variabel tersebut merupakan faktor strategis internal (strategic internal factors), yaitu kekuatan dan kelemahan khusus perusahaan yang akan membantu menentukan masa depan.

Menurut Hitt, Ireland dan Hoskisson (2001:110), sumber daya adalah input-input dalam proses produksi perusahaan. Peralatan modal, keahlian pegawai individual, hak paten, keuangan, dan manajer-manajer berbakat adalah termasuk sumber daya. Sebagian sumber daya perusahaan adalah berwujud, sementara sebagian lainnya tidak berwujud. Sumber daya berwujud (tangible assets) adalah aktiva-aktiva yang dapat dilihat dan diukur. Peralatan produksi, pabrik-pabrik manufaktur, dan struktur pelaporan formal adalah contoh-contoh dari sumber daya berwujud. Sumber daya tidak berwujud (intangible assets) maliputi aktiva-aktiva yang berurat akar dalam sejarah perusahaan dan telah terakumulasi sepanjang waktu. Karena mereka melekat pada pola rutin yang unik, sumber daya tidak berwujud relatif sulit untuk difahami dan ditiru oleh para pesaing. Pengetahuan, saling percaya antara para manajer, pegawai dan rekan kerja, gagasan, kapasitas untuk inovasi, kapabilitas manajerial, kerja rutin organisasi, dan reputasi perusahaan adalah contoh-contoh dari sumberdaya tidak berwujud

1 comment:

Anonymous said...

apa yang saya cari, terima kasih